Wapres : Pemerintah Dorong Program Hilirisasi Industri dan Non Jawanisasi Industri

oleh -
Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin.(Ist)

JAKARTA – Wakil Presiden, Ma`ruf Amin menjelaskan soal program pemerintah untuk mendorong pertumbuhan industrialisasi ekonomi yaitu hilirisasi industri dan program non Jawanisasi.

Penjelasan tersebut dikatakan Ma`ruf Amin melalui keterangan pers tertulisnya, Kamis (14/11/2019). Dijelakannya untuk program hilirisasi industri, diharapkan program ini bertujuan agar tidak hanya menghasilkan bahan baku saja, tetapi juga produk-produk lainnya yang diambil atau disalurkan ke daerah daerah di Indonesia, seklaipun daerah yang terletak paling ujung di Indonesia.

Kemudian, juga ada program non-Jawanisasi. Yaitu, pembangunan industri yang dilakukan di luar Pulau Jawa, sehingga industri tidak terpusat, melainkan harus menyebar.

Wapres berharap program yang sarat investasi ini berjalan dengan lancar dan tidak ada hambatan.

Menurut Ma`ruf, yang terpenting Indonesia harus memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Yakni, dengan program peningkatan daya saing dan kompetensi SDM melalui pendidikan formal dan pendidikan vokasi.

“Sehingga, tamatannya mempunyai kompetensi sesuai kebutuhan industri kita. Ini sedang kita arahkan formal kita ke sana. Dan, juga pendidikan vokasi. Mendorong orang mau berlatih, mau mengikuti training, mau berlatih melalui pendidikan vokasi untuk memperoleh skill,” imbuhnya.

Sedangkan UMKM, lanjut Ma`ruf, memiliki peranan penting untuk mendukung industri keberlanjutan. Namun, saat ini, UMKM masih dihadapkan dengan beberapa masalah, seperti sulitnya menjalin kemitraan dengan pengusaha besar.

“Yang biasanya, mereka sulit juga mendapatkan permodalan. Bagaimana kita pikirkan mereka memperoleh dari lembaga keuangan bank maupun non bank,” kata Ma`ruf.

Aspek yang menjadi perhatian pemerintah lainnya adalah aspek regulasi, pemerintah akan memfokuskan apa yang menjadi kendala dalam investasi, agar investasi dan eksport salaing mendukung. (Luska)