Danjen Kopassus Tanamkan Rasa Cinta Tanah Air Kepada Mahasiswa Baru UI

oleh -

DEPOK,channel-indonesia.com– Danjen Kopassus Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, SE, MTr (Han) memberikan kuliah umum bagi mahasiswa baru (Kamaba) UI  di Gedung Balairung Kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin ( 12/8/2019).

Mengawali kuliahnya Danjen Kopassus mengingatkan tentang pentingnya membangun Rasa Cinta Kepada Tanah Air diera global saat ini.

Menurut Jenderal peraih penghargaan Adi Makayasa ini, mahasiswa baru Universitas Indonesia sangat berperan penting dalam memperkuat persatuan Bangsa. Tujuan menjadi Mahasiswa adalah belajar sebaik mungkin agar dapat lulus sebagai sarjana yang handal, sehingga meningkatkan kwalitas sumber daya manusia untuk menjawab tantangan global yang semakin berkembang.

Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa menekankan bahwa, “ Kecerdasan Kebangsaan harus didasari rasa Nasionalisme yang kongkrit, yaitu peka dan kristis terhadap isu-isu yang berkembang, baik melalui media elektronik, cetak terlebih dari media social yang saat ini terus menjadi tren. Menerapkan nilai – nilai Pancasila disetiap sendi berkehidupan masyarakat, tidak mudah terpecah belah oleh berita atau scenario yang ingin merusak persatuan”.

Pada saat ini Mahasiswa Universitas Indonesia juga dituntut untuk ikut menjaga dan melestarikan Budaya Bangsa, untuk itu kembangkan produk – produk dalam negeri, junjung tinggi kearifan lokal, bila suatu saat diberikan kesempatan untuk belajar ke luar ( Pertukaran Mahasiswa ), jangan membawa pulang budaya nya tapi bawa pulang ilmu nya dan aktif mempromosikan budaya Indonesia sebagai jati diri kita ber Negara.

Untuk terciptanya Sarjana yang handal tidak luput pula dari peran Kampus sebagai role mode, menjaga ketahanan Kampus, menyelenggarakan pendidikan dan menjaga kualitas Kampus sehingga dapat melahirkan sarjana – sarjana yang World Class Quality.

Diakhir pembekalan, Danjen Kopassus berpesan kepada seluruh Mahasiswa untuk menjaga persatuan dan kesatuan anak Bangsa Indonesia, mengembangkan sikap toleransi, menghindari konflik di Kampus, mencegah radikalisme masuk di Kampus dan yang paling penting adalah menjaga nama besar Universitas Indonesia sebagai Kampus pencetak tokoh – tokoh dan Pemimpin Nasional.

Hadir dalam kegiatan  Asisten Teritorial Kopassus, Rektor, Dekan dan sejumlah Dosen Universitas Indonesia.(Maliki)