Porwil 2019 Bengkulu Sukses Lahirkan Atlet Muda

oleh -

JAKARTA – Penyelenggaraan kegiatan olahraga paling bergengsi tingkat nasional yakni Pekan Olahraga Nasional (PON) XX akan digelar di Papua tahun 2020. Tak terasa kurang dari setahun bagi atlet mempersiapkan PON yang dimulai pada 20 Oktober 2020. Salah satu ajang untuk persiapan yakni Pekan Olahraga Wilayah (Porwil).

Satu-satunya Porwil yang masih ada di Indonesia adalah Porwil Sumatera. Pada Porwil, seluruh provinsi di wilayah Sumatera akan bertanding dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi PON. Ketua pelaksana Porwil bidang pertandingan, Irwan Alwi menjelaskan, “Seleksi menuju PON melalui Porwil, kenapa Porwil ini dibentuk karena potensi cabang olahraga yang selalu di Jawa, sehingga ketika bicara PON kuotanya banyak diambil di Jawa, luar Pulau Jawa memiliki keterbatasan”. Harapan adanya Porwil, tak lain adalah ajang meloloskan atlet Sumatera ke PON.

Porwil kali ini yang diselenggarakan di Bengkulu merupakan Powril ke-10. Bengkulu merupakan tuan rumah ke-10 atau yang terakhir dari 10 provinsi yang ada di Sumatera. Ajang rutin setiap empat tahun ini sudah terselenggara selama 40 tahun. Peran kolaborasi Pemprov Bengkulu dan KONI Bengkulu berhasil menyelenggarakan Porwil dengan mempertandingkan 11 cabang olahraga atau terbanyak yang pernah ada.

Ketua umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman melakukan tinjauan pada 6 November 2019. Marciano apresiasi pada penyelenggara maupun peserta. “Saya apresiasi betul penyelenggara, dan tiap provinsi mempersiapkan atlet dengan baik”, sebut Ketua Umum KONI. “Saya beri penghargaan kepada Gubernur Bengkulu yang telah berikan segalanya, dan kepada KONI Bengkulu dalam Porwil 2019 ini.”, tambahnya.

Pada hari ini 9 November 2019, merupakan hari terakhir rangkaian penyelenggaraan Porwil Bengkulu. Pertandingan sendiri telah selesai seluruhnya pada malam hari 8 November. Riau menjadi juara pertama Porwil dengan perolehan 35 emas, 23 perak, 37 perunggu. Juara kedua adalah Sumatera Utara yang berhasil menorehkan 25 emas, 16 perak, 26 perunggu. Tuan rumah Bengkulu meraih peringkat ketiga prestasi 25 emas, 13 perak, 18 perunggu.

Tuan rumah Porwil selanjutnya yakni ke-11 sudah ditentukan melalui rapat koordinasi KONI Daerah seluruh Sumatera. Sebelumnya tiga provinsi mendaftar menjadi tuan rumah Porwil Tahun 2023 antara lain Sumatera Selatan, Aceh dan Jambi. Mekanisme voting menunjuk Aceh sebagai tuan rumah kegiatan yang menjadi tolak ukur pembinaan prestasi atlet di Sumatera menuju pelaksaan PON.

Ketua Pelaksana Porwil 2019, Kolonel Dwi Wahyudi sampaikan harapan kepada Aceh selaku tuan rumah Porwil 2023. “Akomodasi atlet dan tamu diharapkan lebih baik dari Porwil Bengkulu mengingat Aceh provinsi yang lebih besar dari Bengkulu.”, harapannya. Adapun salah satu evaluasi sarana adalah kolam renang yang perlu ditingkatkan pada Porwil Bengkulu. Namun demikian, evaluasi komprehensif masih menunggu waktu pembahasan antara KONI Daerah dan Pemprov.

Pelaksanaan Porwil Bengkulu telah banyak melahirkan atlet baru dan muda. Terkait hal tersebut Dwi Wahyudi menjelaskan, “Atlet baru muncul di luar atlet nasional sehingga di PON nanti akan banyak atlet baru.”. Ketua umum KONI juga menyanjung kondisi banyaknya atlet muda mendapatkan kepercayaan dalam Porwil dan menunjukkan performa yang baik. “Atlet muda yang unggul di Porwil dapat memanfaatkan waktu untuk berlatih guna menghadapi PON tahun depan”, pesan Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman.(tirto)